Arsip

miscellaneous

Hijrah bukan sesuatu yang remeh; bukan sesuatu yang mudah. Ia, seperti ibadah lainnya, sarat dengan warna pengorbanan. Dan selalu mahal. Selalu menimbulkan enggan pada diri manusia. Ya. Percayalah, beban berat itu tak hanya dirasakan oleh mereka yang belum menyematkan ikhlas dan keislaman yang kokoh dalam dada. Mereka yang sudah memiliki Islam dan ikhlas yang demikian tinggi pun tak luput dari ujian. Malah, ujiannya semakin berat.

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah bertanya pada sang nabi, siapa orang yang mendapat ujian paling berat? Lantas nabi menjawab dengan hadis berikut,

Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa. (HR Ahmad)

Hal senada diungkap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Syaikhul Islam berkata, “Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar,” seperti dikutip dari kitab al Istiqomah.

Kita ambil contoh yang sangat ekstrim: kisah para nabi. Mari lukiskan dalam benak kita rona-rona ketakutan hawariyyun saat mereka berusaha menghindar dari kejaran tentara Pilatus. Mari rasakan perih tumit Rasulullah akibat lemparan batu dari penduduk Thaif. Atau ngilu di rahang beliau saat hujan batu menimpa wajahnya di Uhud.

Itu jelas bukan ujian yang mudah. Penuh kesakitan. Penuh umpat dan caci hina. Ya. Inilah jalan yang ditempuh para nabi untuk meluruskan ummat-ummatnya. Memang sulit; karena selamanya, kebaikan dan kebatilan tak akan pernah bisa bersatu. Keduanya saling berperang memperebutkan Read More

menjadi bahagia adalah sebuah keharusan

dan kita membutuhkan sedih untuk dapat merasa bahagia

namun ragu bukan pilihan. pilihan adalah keraguan. kepastian adalah dengan bersyukur atas semua ini

dengan tidak berangkat dari harapan, maka kecewa menjadi sementara

merasa terluka adalah wajar

merenungkan bukan berarti menjadi urung, nyalakan api itu dan mari berlari. ini masih pagi!

*by iga massardi

berjalan dengan gamang,
bisakah ia disebut sebuah pertimbangan?
atau (mungkin) sebuah strategi?

di mana aku untuk sementara berjalan tertunduk
sembari terus menentramkan hati yang teraduk

rabbi, masalahnya, gamang ini membuatku berjalan di tempat
tak membawaku ke mana pun
ke arah jannahMu maupun nerakaMu

tapi aku khawatir, yaa rabbi
aku tak mampu memberikan hujjah di hadapanMu

karena apa yang harus kukatakan padaMu kelak di Mahsyar,
sementara aku belum mampu beriltizam padaMu
belum sanggup mengingkari yang Kau ingkari
masih menautkan hati pada zat yang tak hakiki
atau mengikat cinta pada mereka yang Kau benci?

habislah sudah perkara di tanganMu, yaa Allah
sebab Engkau-lah Read More

barusan, secara tak sengaja, saya menjumpai sebuah link yang dikirimkan seorang kawan melalui facebook. di link tersebut, diberitakan bahwa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, yang kemarin diciduk oleh anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror dengan tuduhan mendanai dan memerintahkan tindakan terorisme, dilarang mendirikan shalat berjama’ah di sel kecil, lembab, dan pengap yang dihuninya.

mengapa? well, tak jelas apa yang menjadi alasan pihak kepolisian melarang Ustadz Ba’asyir mendirikan shalat berjama’ah. tapi, yang jelas, saya jadi teringat sebuah surat yang diwajibkan ustadz saya di Jember dulu untuk dihafal oleh seluruh santrinya ketika hendak mengikuti pelajarannya: surat al ‘Alaq. dan satu bagian dari surat tersebut kiranya dapat menjadi perhatian pihak-pihak terkait untuk meninjau kebijakan tersebut.

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba ketika dia mengerjakan Read More

assalamu’alaikum..

marhaban yaa ramadhan! marhaban yaa syahral qur’an! well, gak usah panjang-panjang ya. saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. semoga puasa kali ini membawa keberkahan buat kita semua, dan membawa kita menuju model manusia bertaqwa. saya harap apa yang kita perjuangkan dan yang kita dapat dalam ramadhan kali ini benar-benar memberi manfaat buat kita semua.

gak lupa saya sampaikan permohonan tadzkirah, koreksi, dan sebagainya dari ikhwah fillah sekalian. semoga tadzkirah itu terhitung sebagai amal shalih kalian semua. semoga persaudaraan kita tetap abadi hingga jannah-Nya.

melalui postingan ini pula, saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena mungkin tulisan-tulisan untuk bulan ini agak tersendat, mengingat padatnya jadwal ujian akhir semester di kampus saya serta beberapa kesibukan lain terkait ramadhan. tapi, akan terus saya usahakan membagi tulisan di blog ini begitu waktu luang menyapa.

*lil note here: alhamdulillah, kali ini kaum muslimin di seluruh dunia, insya Allah, bersatu mengenai awal ramadhan. muhammadiyah, berdasarkan metode hisab haqiqi telah memutuskan sejak beberapa hari yang lalu bahwa hari ini adalah permulaan ramadhan. sementara NU dan pemerintah, berdasarkan metode ru’yatul hilal, berhasil mengamati munculnya hilal. dan insya Allah, di negara-negara bagian barat indonesia, hilal itu makin terlihat karena sudut terbitnya sudah semakin besar.

di daerah saya, cilincing menjadi salah satu tempat pengamatan. dan kelihatan!

semoga persatuan ini juga terwujud dalam kehidupan nyata, dan cita-cita kita untuk tegaknya kalimat Allah bisa tercapai!

*entah kenapa, hari ini saya merasa senang sekali, walaupun berbagai kejadian di sekitar saya bisa dibilang buruk, gak begitu baik. apa mungkin ini efek ramadhan?

Bukan, ini bukan akhir dari blog ini. Tapi entah kenapa, saya merasa harus banyak berterima kasih pada kalian, para pembaca, yang senatiasa memberikan dukungan kalian, hingga saya masih punya gairah untuk senatiasa menulis.

Well, memang, seperti yang saya sebutkan dahulu di sini, motivasi menulis saya adalah adanya kewajiban untuk berda’wah. Tapi saya jelas-jelas merasakan membanjirnya dukungan buat saya. Membanjirnya ungkapan-ungkapan menyemangati untuk terus menulis.

Dan itu, meski tidak kalian sadari, membuat saya berpikir dan berusaha memberikan yang terbaik buat kalian. Salah satunya adalah dengan terus menampilkan tulisan yang baik. Yang dapat dipertanggungjawabkan. Bukan tulisan yang ngawur ke mana-mana. Yang malah melahirkan keburukan, bukan kebaikan.

Saya juga ingin mengabarkan perkembangan blog ini pada kalian. Saya akui, bahwa blog ini baru diurus dengan serius sekitar tiga bulan lalu. Bulan Mei. Itu semata karena koneksi internet di tempat saya tinggal ini sudah pulih. Dan sejak saat itulah saya mulai banyak mem-post tulisan yang sebelumnya hanya terjebak di laptop saya. Read More

tak mendapatkan apa yang kita inginkan mungkin sebuah musibah
tapi bukankah musibah yang lebih besar adalah ketika kita tak mampu merumuskan apa yang kita inginkan sesuai dengan tujuan hidup kita di dunia?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 549 pengikut lainnya.