mesin waktu

dengan mesin waktu,
pernah aku menjumpa istana madyan
pernah aku hinggap di bumi seribu menara
pernah aku berjalan di antara pilar colloseum

kulihat fir’aun
sosok pongah yang mengaku penguasa kerajaan
yang pernah meminta haman
membuat menara untuk melihat tuhan;
pribadi congkak yang menolak kebenaran
ah, ternyata ia melestarikan perbudakan
dan sihir yang kekanak-kanakan

kutengok Caesar
dan aku sendiri jadi saksi
bahwa ribuan manusia telah mati
saat dihadapkan pada singa yang begitu punya hati
merobek-robek jasad yang takkan bangun lagi
bahkan saat ia berkenyang-kenyang dengan darah dan babi

kuhampiri sosok gagah itu di istana putih
menanyakan nasib para hamba yang menahan perih
saat menyediakan bahunya untuk sang titisan dewa
yang tak mampu hidup bahkan dengan tiga ribu nyawa manusia;
tak ketinggalan pula pengurus makanannya

aku mual

aku muak

aku berlari ke selatan
segera menuju daerah tandus yang ditinggal peradaban
kutemui ribuan manusia mengayun besi
katanya, demi sebuah misi
khandaq, khandaq, kata orang di sana-sini

kutanya di mana pemimpinnya
dijawab, di sana,
ada sosok mulia
yang mengganjal perutnya dengan dua buah batu
yang wajahnya paling bercahaya
dihias senyum bersahaja

-RSP-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: