selasar tadzkirah: berjihad, dan bersabarlah!

Mungkin banyak yang terheran dengan aksi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang rela dipenjara guna mempertahankan keyakinannya. Juga, barangkali jamak terdengar gumam ragu mengomentari Ahmad bin Hanbal yang merelakan punggung rentanya sebagai sasaran cambuk sipir penjara. Atau, menetes air mata mengenang genang darah cucu Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam di Karbala. Dan deretan nama itu masih akan berlanjut. Butiran peluru di jasad Hasan al Banna, temali gantungan leher Sayyid Quthb, serpih bom Abdullah Azzam, hingga roket yang menghujam tubuh Nizar Rayyan, insya Allah, akan menjadi saksi bagi mereka telah membayar mahal keyakinannya dengan nyawa.

Saya bertanya pada diri sendiri. Buat apa mereka melakukan hal itu? Dan jawabannya datang dengan tiba-tiba. Bukankah surga memang memiliki harga yang sangat mahal? Bukankah ia memang harus ditebus dengan pengorbanan sepenuh jiwa?

Apa kalian mengira kalian akan masuk surga, sedangkan belum nyata bagi Allah siapa orang yang berjihad di antara kalian, dan siapa orang yang shabar. (QS Ali Imron 142)

Apa kalian mengira kalian akan masuk surga, sedangkan belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan. Sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS al Baqarah 214)

-RSP-

2 comments
  1. deady said:

    terimakasih taujihnya, akh
    sunggu berkaitan dengan yang sedang kualamin nih

    • muslimpeduli said:

      sama2. semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: