lantas mengapa berhenti menulis?

berhenti menulis bukanlah pilihan

ia hanya untaian keputusasaan
ketika kita mengira bahwa ikhtiar ini terbentur tembok kegagalan,
ketika kita mengira bahwa balasan untuknya tercurah dalam satu kesempatan.

tapi bukankah dengan menulis,
kita bisa mengabarkan pada mereka,
bahwa setidaknya, kita pernah ada di dunia?

maka tinggalkanlah jejakmu dengan menggores penamu.
jadikan ia sebagai saksimu nanti
saat engkau ditanya rabbul izzati,
hingga kelak engkau punya alasan
untuk menikmati manisnya manna dan salwa
di dipan,
yang mengalir sungai-sungai lembut di bawahnya.

-RSP-

6 comments
  1. faraziyya said:

    nice, korlip!

    • muslimpeduli said:

      thanks, pemred.😀

  2. deady said:

    I may stop writing
    but I will never stop tweeting!
    huehehe

    • faraziyya said:

      hadeh, twitter aye kadaluarsa tu keknya. kecuali updating otomatis tiap posting tulisan d WP

      • muslimpeduli said:

        udah bisa nge-link ke facebook juga kan mbak? jadi gak usah nulis notes lagi di situ. cukup menyertakan link aja.

    • muslimpeduli said:

      wah, aku malah jarang nge-tweet, mas. masih baru sih. mas deady udah ku-follow lho. tapi ya itu. jarang onlen lewat twitter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: