Ucapan Terima Kasih

Bukan, ini bukan akhir dari blog ini. Tapi entah kenapa, saya merasa harus banyak berterima kasih pada kalian, para pembaca, yang senatiasa memberikan dukungan kalian, hingga saya masih punya gairah untuk senatiasa menulis.

Well, memang, seperti yang saya sebutkan dahulu di sini, motivasi menulis saya adalah adanya kewajiban untuk berda’wah. Tapi saya jelas-jelas merasakan membanjirnya dukungan buat saya. Membanjirnya ungkapan-ungkapan menyemangati untuk terus menulis.

Dan itu, meski tidak kalian sadari, membuat saya berpikir dan berusaha memberikan yang terbaik buat kalian. Salah satunya adalah dengan terus menampilkan tulisan yang baik. Yang dapat dipertanggungjawabkan. Bukan tulisan yang ngawur ke mana-mana. Yang malah melahirkan keburukan, bukan kebaikan.

Saya juga ingin mengabarkan perkembangan blog ini pada kalian. Saya akui, bahwa blog ini baru diurus dengan serius sekitar tiga bulan lalu. Bulan Mei. Itu semata karena koneksi internet di tempat saya tinggal ini sudah pulih. Dan sejak saat itulah saya mulai banyak mem-post tulisan yang sebelumnya hanya terjebak di laptop saya.

Saya tidak merasa sia-sia menulis. Itu intinya. Karena saya tahu, baik banyak atau sedikit, selalu ada yang membaca setiap tulisan yang saya post-kan ini. Dan itu membuat saya lebih bertanggung jawab dan berhati-hati.

Saya teringat tulisan lama Ustadz Herry Nurdi bertahun yang lalu mengenai butterfly effect. Bahwa setiap kepakan sayap kupu-kupu ternyata bisa berdampak pada tempat lain yang begitu jauh. Bahwa setiap gerakan kita sebagai manusia di dunia ini bisa berdampak pula pada kehidupan manusia di belahan dunia lainnya.

Begitu pula dengan tulisan yang saya tampilkan di sini. Saya sadar bahwa apa yang saya tulis bisa memberikan pengaruh, besar atau kecil, baik atau buruk, bagi mereka yang membacanya. Maka, saya terus berusaha untuk memperbaiki diri supaya tidak memberikan efek negatif bagi kalian, para pembaca.

Lihat statistik blog itu kan? Setiap bulan semakin bertambah pembacanya. Well, memang tidak sebanyak blog milik kalian mungkin. Tapi itu sudah cukup. Sudah lebih dari cukup. Sedikit pembaca yang mengerti dan benar-benar memahami apa yang saya tulis lebih bermakna daripada banyak pembaca yang tidak memahami apa yang saya tulis.

Tapi, sekali lagi, kenyataan bahwa ada pembaca yang terus bertambah dari waktu ke waktu membuat saya lebih bertanggung jawab atas tulisan-tulisan yang ada di blog ini. Dan itulah, singkatnya, salah satu hal yang membuat saya bertahan menulis di blog ini. Yang membuat saya tidak putus mengalirkan pengetahuan yang belum tuntas ini. Bahwa saya bisa memberi manfaat buat kalian. Dan bahwa saya bisa membuat kalian memahami apa yang saya yakini. Itu sungguh berharga buat saya.

Oh iya. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan pada mereka yang senatiasa memberikan kritik. Saya sangat menghargai perhatian mereka. Saya sangat menghargai kemauan mereka untuk menunaikan hak saya: mengingatkan. Saya benar-benar mengapresiasi setiap kata yang keluar untuk mengoreksi segala tindakan maupun tulisan saya. Karena saya sadar bahwa saya bukan manusia sempurna, dan setiap waktu, ada saja hal yang harus diperbaiki dari diri saya.

Then, afterall, for all of your passion, all of your support, all i wanna say is thank you. Thanks for keeping this blog alive. Jazakumullahu khairan katsir..

-RSP-

2 comments
  1. kinan said:

    hehe… selamat ya mas🙂

    salam kenal ^_^

    • muslimpeduli said:

      salam kenal juga..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: