atas nama kemerdekaan

bambu runcing kau asah, kau peluk erat
dengan gelora kemerdekaan yang membanjiri darahmu
itu kata guru-guruku di sekolah dasar dahulu

siasat kau genggam erat
menjadi komando baris-baris yang sekarat
namun bergerak karena gerilya yang tak lekas berkarat

sudirman, namamu kukenang karena ayat jihadmu
yang meluapkan semangat kemerdekaan pasukanmu

natsir, namamu kukenang karena visi terangmu
yang hingga kini abadi menggenangi samudera ilmu

tapi atas nama kemerdekaan, tuan-tuan sekalian,
kini anak-anakmu berpecah bertengkar tak tentu arah
saling sikut dan hujat mewarnai hari kami yang semula cerah
yang ironisnya, atas nama kemerdekaan

atau nasionalisme

saksikanlah, tuan-tuan sekalian,
kini anak-anakmu bahkan tak mengenali siapa dirimu
tak mengenali jejak-jejak juangmu
sudah lupa pada derap langkah dan gores penamu

dengarlah, tuan-tuan sekalian,
sekarang amal asusila menjadi raja di negeri kalian
yang bahkan dilakukan menjelang tangan-tangan kotor itu
memungut simbol juang kalian
setelah jemari nista itu menggenggam tasbih tiga puluh tiga butir
yang dicuri dari pedagang kain yang faqir

ironisnya, tuan-tuan sekalian,
atas nama nasionalisme, atas nama kemerdekaan,
kami kini berubah menjadi kumbakarna dari alengka
yang terbutakan pada retorika sederhana
namun melukiskan makna
meski harus kuakui, baru saja aku tersadar dari terpana

sadarkan kami, tuan-tuan sekalian,
andaikata kalian bisa bangkit dari kubur,
tentu kusambut kalian dengan podium megah, dengan sambutan meriah
meski kutahu kalian akan menolak itu semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: