al Qawa’idul Arba’: Penolakan Uluhiyah

Katakanlah, “Siapa yang memberi rezeqi padamu dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapa yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah”. Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertaqwa?”. (QS Yunus 31)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memulai pembahasan ini dengan menuliskan sebuah ayat di atas. Kemudian beliau berkata, “Anda harus meyakini bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah ta’ala adalah pencipta, pengatur segala urusan. Meski demikian, hal itu tidaklah lantas menyebabkan mereka masuk ke dalam Islam.”

Hal ini kemudian selaras dengan fakta sejarah di mana orang kafir saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam hidup masih meyakini eksistensi Allah. Mereka masih mengakui bahwa Allah adalah pengatur dan pemelihara alam semesta beserta segenap isinya. Indikasinya terdapat dalam ayat berikut.

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah diin yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS az Zumar 3)

Di sini, sangat jelas perkataan orang-orang yang ingkar tersebut. Mereka menyembah Allah. Mereka tidak menyembah Lataa, Uzza, Manat, maupun Hubal. Berhala-berhala ini hanya difungsikan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ya, itu saja. Tapi kemudian hal ini Allah sifatkan pada orang kafir, dan menjadi ciri khas dari orang kafir. Maka, ini bisa dijadikan sebagai dasar bahwa tindakan-tindakan jahiliyah seperti ini adalah tindakan yang sebenarnya membawa pada kekafiran.

Mau bukti lain? Ingatkah pembaca dengan nama ayah Rasulullah? Ya, arti dari namanya adalah hamba Allah. Tertulis sangat jelas di situ. Tapi berdasarkan catatan yang berasal dari sirah nabawiyah yang saya temui, beliau tidak termasuk pemeluk millah Ibrahim, yang memang masih ada segelintir di masa itu.

Kisah lebih menusuk dan memberikan ibrah mendalam bisa kita saksikan dari Abu Jahl. Suatu ketika, saat ia melihat Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang shalat di masjidil Haram, ia berkata, “Yaa Muhammad, bukankah aku sudah melarangmu melakukan hal itu?”

Kontan saja Rasulullah memberikan peringatan kepada Abu Jahl, mengingat, salah satu ayat dalam surat pertama yang turun kepada Rasul menceritakan ancaman bagi mereka yang melarang seseorang untuk shalat.

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba ketika shalat? Bagaimana pendapatmu bila orang (yang dilarang) itu berada di atas petunjuk? Atau memerintahkan pada ketaqwaan? Bagaimana pendapatmu bila orang (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah ia mengetahui bahwa Allah itu melihat? Ketahuilah, bila ia tidak berhenti (dari perbuatannya itu) niscaya kami tarik ubun-ubunnya. Ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka. (QS al ‘Alaq 9-17)

Bukannya sadar, bapak kebodohan ini naik pitam dan berkata, “Yaa Muhammad, dengan apa engkau mengancamku? Demi Allah, aku lebih banyak memiliki golongan ini.”

Menanggapi ucapan ini, Allah bersegera menurunkan ayat lanjutan dari surat al ‘Alaq itu.

Maka biarlah dia memanggil golongannya. Kami akan memanggil (malaikat) Zabaniyah. (QS al ‘Alaq 18-19)

Bahkan orang kafir kelas kakap seperti Abu Jahl pun bersumpah dengan nama Allah! Bahkan ia pun mengakui eksistensi Allah!

Intinya sederhana. Fakta-fakta ini menguatkan firman Allah di dua ayat yang saya tampilkan di atas. Bahwa sesungguhnya mereka, orang-orang yang ingkar itu, mengenal Allah. Mereka paham bahwa Allah-lah yang mengatur segenap perputaran dan pengaturan di alam semesta ini. Mereka tahu betul bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka, yang memberi rezeqi, yang mengabulkan doa mereka. Sayangnya, mereka menolak untuk taat pada Allah. Sayangnya, mereka ingkar terhadap apa yang Rasulullah bawa pada segenap umat manusia.

Nah, di sini, mungkin kita bisa sedikit lebih memahami posisi mereka, dibandingkan dengan kita. Ada berapa banyak dari kita, masyarakat dunia, di Indonesia khususnya, yang tak peduli lagi dengan eksistensi Allah dan muraqabah-Nya? Ada berapa banyak masyarakat yang bahkan menafikan keberadaan-Nya? Ada berapa banyak yang menolak untuk beribadah sesuai dengan tuntunan dari Rasul-Nya? Ah, kalau melihat perilaku manusia yang berjuang melegalkan judi, saya mungkin harus berkali-kali tertunduk dan menutup muka. Malu.

Bayangkan, bahkan kaum yang kita sebut jahiliyah pun masih percaya pada Allah. Masih memohon padanya, meski dengan cara yang sangat salah. Masih menanamkan keyakinan bahwa Allah-lah tempat memohon segala sesuatu. Bayangkan, bangsawan seperti al Walid bin al Mughirah al Makhzumi saja sampai kebingungan menyatukan suara untuk memfitnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Ia harus mengaku bahwa Muhammad bukanlah orang gila. Dia tahu bahwa apa yang diucapkan Rasul bukanlah syair. Bukan dongeng orang terdahulu. Apalagi sihir.

Lihat, bukankah secara umum, mereka bahkan jauh lebih shalih dan lebih ‘alim daripada kita?

Lantas, apa kita tidak malu telah menyematkan status jahil pada mereka, sementara diri kita sendiri masih jauh dari ajaran Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan rasul-rasul pendahulunya? Bahkan seringkali mendustakan apa yang dibawanya?

-RSP-

*artikel ini merupakan lanjutan dari serial al Qawa’idul Arba’ yang dimulai di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: