untitled #2

pagi hari, aku menyapa pak syukri, pemungut sampah yang setia
pedih menyapa matanya
karena lewat baginya subuh berjama’ah
ah, bagaimana mungkin aku subuh berjama’ah, pikirnya,
sementara pakaianku rombeng, sepatuku bak mulut buaya
menjumpa mangsanya,
dan badanku bau, sama seperti yang kupikul ini?

mereka bilang aku najis, sambungnya
atau mungkin itu sekedar apa yang terlintas dalam hatimu, pak syukri yang baik?

siangnya, aku lewat di depan sebuah madrasah
penuh siswa-siswi menjerit bahagia karena hari itu mereka pulang lebih awal
tepat di seberangnya, terduduklah mbok nah,
menatap kosong karena dagangannya pasti tak laku
karena pada jam makan siang nanti,
tentu tak lagi ada siswa yang memesan pecel madiun yang diracik sendiri

sore, aku menjumpa ibu tua yang tak kukenal namanya
yang memohon sekotak makanan dari kami yang sedang menatap rapat
yang bergulir tak kunjung usai
maafkan aku, ibu,
aku hanya bisa memandangmu dari balik jendela

tapi tahukah kau, ibu,
aku mendengar desah-desah syukurmu saat sekotak nasi itu kau terima
ucap syukur tentu kau haturkan pada penguasa semesta
tak lupa shalawat kau tujukan pada pembawa risalah yang bersahaja
dan diakhiri dengan puja puji pada “pamarentah”

ah, ibu tercinta,
hari ini mereka yang mengaku pemimpin
melewatkan paginya dengan jogging dan sarapan bak raja
menghabiskan siangnya dengan lobi-lobi perdagangan tahta
memang bukan perdagangan senjata
tapi tahta adalah sarana terampuh untuk memenuhi perut mereka,
dan untuk menggorok leher kalian, bapak ibu tercinta
sementara sahaja adalah sifat manusia yang tertutup debu karena angkuh dan serakah merajalela

hari ini mereka yang mengaku pemimpin, bapak ibu tercinta,
membasahi lisannya dengan dzikir dunia
“fulus.. fulus.. fulus..” ucapnya
sementara kalian hanya anak tangga yang diinjak untuk melanjutkan kuasanya

hari ini mereka yang mengaku pemimpin terbelit kemunafikan, bapak ibu tercinta,
ketika janji diakhiri ingkar
ketika amanah dikhianati
ketika ucap disambut dusta yang sambung-menyambung
ketika fakta disambung retorika tak berujung

hari ini mereka yang mengaku pemimpin, bapak ibu tercinta,
tak peduli lagi masalah akhlak
“semoga ia tenggelam bersama kekolotanmu,” katanya
tapi dikais lagi saat kalian hendak memberi suara

“biarlah itu jadi urusan kami sendiri,” sambungnya lagi
“dan kalian, uruslah kalian punya lapak itu!”

hari ini mereka yang mengaku pemimpin, bapak ibu tercinta,
ingin menikmati bagian harta yang mereka tarik dengan serakah
sambil berteriak lantang menyebut diri insan taat peraturan
dengan bersembunyi di balik undang-undang
yang lebih tampak sebagai hukum yang dibuat oleh sekelompok mafia

hari ini mereka yang mengaku pemimpin, bapak ibu tercinta,
tega mengarahkan moncong senjata berisi peluru tajam
ke arah warganya sendiri
yang harusnya diayomi
tapi bermanis-manja pada penjajah yang datang ke negeri ini

hari ini mereka yang mengaku pemimpin, bapak ibu tercinta,
marah saat kalian bicara pada media
memberikan pernyataan yang menjatuhkan citra
hingga, jangan kaget kalau tiba-tiba kalian hidup menderita

lantas engkau bertanya, mengapa?
sederhana, ibu: engkau bukan siapa-siapa,
sementara dunia adalah segalanya

karena aku tak lagi bisa berharap padanya, maka aku menulis,

aku bersama kalian, wahai orang-orang tertindas

-RSP-

Iklan
1 comment
  1. Selamat malam, Sahabat BURUNG HANTU …
    Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu tercurah dalam kehidupan Sahabat semua …

    Sehubungan dengan Blog Competition Beswan Djarum yg sedang Denuzz ikuti, Denuzz mohon kesedian Sahabat meluangkan sedikit waktu untuk bisa memberikan komentar di 3 artikel ini:

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/eksperimen-mematikan-bersama-djarum-beasiswa-plus/

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/uh-untuk-apa-jadi-beswan-djarum/

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/beswan-di-tengah-belantara-fana/

    Komentar menjadi poin penilaian yang cukup besar dalam kompetisi …

    Selain itu Denuzz harap Sahabat berkenan untuk memberikan vote di
    http://www.beswandjarum.com/blogcompetition/
    Tinggal klik “SUKA” pada blog atas nama DENUS HERUWANDA …

    Denuzz ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesedian Sahabat narablog …

    Be a happy blogger! …
    Salam BURUNG HANTU …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: