darimu dan dari status facebook-ku

buat seorang saudara: terima kasih karena kesabaranmu menerimaku.
mungkin kamu tak tahu. karena memang aku tak pernah bilang padamu

***

atas semua sanjung puji itu,
sampaikah maksud gerak jemarimu?

belum, ini belum cukup!

terlalu dini memutuskan menyebut diri pintar
masih panjang masa untuk merasa jumawa
dan berhenti belajar

karena tumpuk kitab mewarna ruang tidurmu,
jadi muliakah duduk kawan terdekatmu?

tidak, kita masih jauh dari kata rehat!

atau; sebab indah retorikamu,
kau anggap diri unggul dari junud ikhlas lainnya?

kalau memang begitu, ambillah mistar;
ukurlah berapa senti dalam otakmu

-RSP-

4 comments
  1. rizkivicena said:

    keren za…!!!

    • muslimpeduli said:

      lillahil fadhl wal minnah, rizki..

  2. sabar ya Za,

    biasanya saudariku meletakkan wajah sedihnya ketika aku telah mengantarkan pujian untuknya, saat aku lupa bahwa itu yang paling melukainya.

    • muslimpeduli said:

      iya, insya Allah. yg jadi masalah sebenernya kekhawatiran nanti jadi besar kepala, mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: