pena; membaca

karena tak semua yang terbaca
jadi terekam oleh pena,

maka aku bertanya pada angin dari putaran-putaran gila ini
adakah ia layak; pantas; ditulis lagi?

ataukah ia sekedar gulagula
yang mengantar sorak semut
dan pada akhirnya, mengikat lidah manusia
supaya mereka mengumpat?

seperti kata yang kerap kauulang
supaya mudah jemari menggaris makna,
aku juga kerap berusaha mencari arti
kenapa aku berusaha setengah mati
mengejarmu

mengejar ikhlasmu, maksudku

seperti mereka yang mencinta dalam diam
yang cuma bisa melihat dari jauh
tanpa berucap sepatah kata pun,
aku melepas semua;
semua yang kutulis, semua yang kubaca
dan mendengar mereka meraung
meski akhirnya terpantul oleh karang

untuk apa? untuk mengejarmu

mengejar ikhlasmu, maksudku

karena tak semua yang tertulis
jadi diperhitungkan,

aku mundur dan mulai membaca lagi

-RSP-

Iklan
3 comments
  1. betapa indahnya rangkaina kata-kata ini … mengingatkan betapa bernilainya membaca, melihat, dan menuliskannya … tentang betapa indahnya ciptaan Allah …

    Semoga persahabatan kita tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang

  2. deady said:

    setelah mundur dan membaca, jangan lupa maju lalu mundur lalu baca lagi.
    lho kok tambah mbulet ae yo??

    • reza said:

      hehe.. terkadang maju-mundur itu dibutuhkan. utk muhasabah. utk cari2 lagi dalil yg kita langgar. supaya segera dikoreksi. atau utk cari2 perintah yg blm dikerjakan. agar secepatnya ditunaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: