Berlindung dengan Khilafiyah

Semoga Allah merahmati Imam Syafi’i yang salah satu qaidah fiqh unggulannya adalah al khuruj minal khilaf mustahab (keluar dari khilafiyah itu disukai). Tentu saja ini berlaku dalam hal yang kompromistik. Tak ada tempat bagi mereka yang sengaja memuaskan syahwat menghindari syariah atau produk ijtihad yang sangat representatif dengan dalih, “ini perkara khilafiyah”, “itu kan tafsiran subjektif Ibnu Katsir atau Sayyid Quthb”, atau “semangat zaman telah menaklukkan makna hakiki sabda”. Akhirnya, segalanya boleh kecuali yang bertentangan dengan nafsu mereka. Untuk meyakin-yakinkan publik, terkadang mereka mengutip qaidah fiqh dan pada saatnya mereka terbentur dengan prinsip, “Tak semua khilaf datang dengan (bobot) yang pantas diterima kecuali khilaf yang berakar pada nalar yang benar.” –Ustadz Rahmat Abdullah

Iklan
2 comments
  1. alice pngen ..... said:

    Kenapa masi jg ad org2 yg mempersoalkan ttg kilafiyah. . .mbok y mrk2 itu pada bahu-membahu u/ mentegakkan dienul islam. Jangan2 malah belum tentu tw jg ap itu dien. . . . . .

  2. reza said:

    betul. tugas kita atau mereka yang memahami diin inilah utk memahamkan manusia dari ketidaktahuan.

    dan sebenernya, kutipan ini saya post kembali dengan maksud supaya kita tak lagi mengambil tiap perbedaan, meski bobotnya tidak ilmiah, hanya utk memperturutkan nafsu kita. sebab, tiap perbedaan harusnya ditimbang menurut kadar keshahihannya terlebih dahulu. setelah melalui proses pertimbangan tersebut, bila ternyata ditemukan bahwa kedua pendapat itu sama kuat, layaklah kita menyebutnya sebagai perkara khilafiyah yang bisa diterima sebagai perbedaan berpikir dan perbedaan dalam mengambil kesimpulan. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: