Sedikit Mengenal Sayyid #Quthb

sembari berakhir pekan, mari belajar bersama mengenai beberapa hal tentang Sayyid #Quthb.

1. dunia Islam kontemporer mengenal nama Sayyid #Quthb sebagai salah satu pentolan gerakan al Ikhwan al Muslimun.

2. Sayyid #Quthb adalah salah 1 anak dari 3 bersaudara. saudaranya bernama Muhammad Quthb dan Aminah Quthb.

3. ketiga nama ini dekat dg sejarah perjuangan penegakan Islam kontemporer. Sayyid & Muhammad lebih dikenal dg karya ilmiahnya.#Quthb

4. sementara Aminah dikenal sbg istri Kamaluddin as Sananiri, muraqqib Maktab Irsyad tanzhim Ikhwanul Muslimin utk jihad Afghan.#Quthb

5. Kamaluddin sendiri masyhur sebagai pejuang Islam yang cukup dekat dengan Syaikh Abdullah Yusuf Azzam. #Quthb

6. beberapa karya Sayyid #Quthb yang terkenal di antaranya adalah Tashwirul Fanni fil Quran, Ma’alim fit Thariq, dan Fi Zhilalil Qur’an.

7. beliau juga dikenal sebagai pejuang da’wah tauhid di Mesir khususnya. ada statement terkenalnya yang membekas bagi saya. #Quthb

8. “telunjuk yang mempersaksikan keesaan Allah dalam shalat,” kata#Quthb, “menolak utk menuliskan 1 huruf pun penundukan pada thaghut.”

9. “ketahuilah, kami mati demi bela dan tinggikan kalimat laa ilaaha illallaah. sementara kau mencari makan dg laa ilaaha illallaah.” #Quthb

10. #Quthb juga menginspirasi banyak du’at dg dijadikannya Ma’alim fit Thariq sebagai salah 1 buku panduan utk pengajaran Islam masa itu.

11. Sayyid #Quthb, yang juga terkenal cerdas, sempat menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di beberapa negara, salah satunya AS.

12. tapi beda dengan kebanyakan lulusan AS, Sayyid #Quthb lebih memilih perjuangkan Islam. tak seperti #mereka.

13. intima’nya di gerakan Ikhwan dimulai saat ia pulang dari AS. khususnya setelah Hasan al Banna dibunuh oleh orang2 tak dikenal.#Quthb

14. belasan tahun #Quthb dipenjara oleh rezim thaghut Mesir. salah satunya adalah karena buku Ma’alim fit Thariq.

15. hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir di tiang gantungan sebab tak mengakui kuasa Abdul Nasser. #Quthb

16. ada kisah unik sebelum eksekusi dilaksanakan. konon, Abdul Nasser sempat menerima surat permohonan grasi dari Faishal, raja Saudi #Quthb

17. tapi Abdul Nasser malah melipat kembali surat itu dan berkata pada pengawalnya, “Serahkan lagi surat ini besok.” #Quthb

18. sehingga ada kesan keterlambatan datangnya surat itu dengan proses eksekusi Sayyid #Quthb

19. fyi, Faishal adalah raja Saudi yang begitu berani mengembargo minyak AS, meski kurang-lebih hanya selama 8 bulan. #Quthb

20. tapi perlu dicatat bahwa setelah ia meninggal, tak ada satu pun raja Saudi yang bersikap tegas pada AS. #Quthb

21. so what? apa wajib bersikap tegas pada AS? silakan baca dan cermati kriteria Hizbullah, partai Allah. #Quthb

22. kembali ke #Quthb. ia juga beberapa kali disalahpahami. serangkai twit berikut saya tuliskan utk luruskan beberapa salah paham tersebut.

23. pertama, yang sering dituduhkan pada Sayyid #Quthb adalah bahwa ia mengkafirkan seluruh masyarakat Islam; atau masyarakat muslim.

24. orang sering merujuk hal ini pada beberapa kalimat dalam Ma’alim fit Thariq. di sana Sayyid #Quthb pernah menulis hal2 sebagai berikut:

25. “kita sedang berada dalam kejahiliyahan seperti jahiliyah yang sekurun dengan Islam, atau bahkan lebih mengenaskan.” #Quthb

26. “semua yg ada di sekeliling kita adl jahiliyah: aqidah, adat, tradisi, kebudayaan, kesenian, sastra, hukum dan UU mereka.” #Quthb

27. sayangnya, saya kira mereka yg menuduhkan hal ini tak baca lengkap Ma’alim fit Thariq. atau plg tdk, dg semangat cari kebenaran. #Quthb

28. sebab di saat hampir bersamaan, di buku yg sama, #Quthb tuliskan kriteria jahiliyah yang ia maksudkan.

29. #Quthb menulis dalam Ma’alim fit Thariq bahwa masyarakat Islam adalah masyarakat yang ditegakkan hukum Islam di tengahnya.

30. maka, menurut #Quthb, masyarakat Islam bukanlah masyarakat yg ber-KTP Islam. bukan pula masyarakat yang mengaku muslim.

31. tuduhan ini juga sering dinisbahkan dengan kalimat yang dituliskan oleh Sayyid #Quthb berikut ini:

32. “sungguh manusia telah murtad, beralih pada peribadatan pada ‘ibaad dan pada kezhaliman agama2.”

33. sangat lucu bila menganggap kata2 ini salah. ingat Rub’i bin Amir? ingat kata2nya pada Rustum saat perang Qadisiyah? #Quthb

34. mungkin kita akan terheran baca perkataan ini. bukankah di masa Rustum tak ada orang2 yang sujud pada sesama ‘ibaad (hamba)? #Quthb

35. sama seperti keheranan ‘Ady bin Hatim saat dengar rasul bacakan QS 9:31 ketika melihat ‘Ady mengenakan salib perak di dadanya. #Quthb

36. seluruh tafsir (di antaranya Tafsir al Quran al Adzim dan Zhilal) menyebutkan kisah ‘Ady bin Hatim dalam menjelaskan ayat tsb. #Quthb

37. pelajaran penting yang bisa kita ambil dari tafsir ayat ini salah satunya adalah mengenai definisi ibadah. #Quthb

38. dalam tafsir tsb rasul berkata bahwa yg disebut ibadah adalah ketika seseorang mengikuti penghalalan dan pengharaman dg batil. #Quthb

39. Yahudi & Nashrani disebut menjadikan rahib & orang2 alim di antara mereka sebagai rabb adalah karena hal ini. #Quthb

40. bahwa mereka mengikuti apa yg dihalalkan & diharamkan para rahib itu, sementara tindakan itu bertentangan dg hukum Taurat & Injil #Quthb

41. maka apakah masyarakat yg menjadikan selain Allah sebagai musyarri’ (pembuat syariat) bisa dikatakan sebagai masyarakat Islam? #Quthb

42. ada sebuah buku menarik yg perlu dibaca lbh dalam utk mengetahui definisi ibadah. bisa download di sini: http://bit.ly/j5ZCV7 #Quthb

43. itu tadi dari sisi definisi ibadah. kita masuk ke sisi lain: pembatal keislaman. #Quthb

44. ada banyak hal yang bisa membatalkan keislaman; bahkan bisa jadi secara tak sadar seseorang melenyapkan Islam dari dirinya. #Quthb

45. krn cukup panjang dan bermacam2 jenisnya, izinkan saya utk lagi2 menyarankan buku. bisa download di sini: http://bit.ly/j5ZCV7 #Quthb

46. maka kita bertanya: apakah masyarakat yang membatalkan keislamannya, meski tanpa sadar, bisa disebut sebagai masyarakat Islam? #Quthb

47. memang ada kritik yang masuk bagi karya2 Sayyid #Quthb. salah satunya dari Syaikh Bakr Abu Ziyad, anggota Hai’ah Kibaril Ulama’.

48. beliau berkata bahwa karya2 #Quthb umumnya menggunakan kalimat hiperbolis sehingga buramkan pengertian.

49. sementara hal ini harus dihindari oleh para ulama’ yang dituntut berikan kejelasan dalam kata2nya. #Quthb

50. dlm hal ini, bila kita kaji pemikiran Sayyid #Quthb secara menyeluruh, kita menyadari bhw generalisasi yg kadang digunakan bermakna lain

51. ketika #Quthb berkata “semua yang ada di sekeliling kita adalah jahiliyah” maka bisa kita artikan ia dalam bentuk mayoritas.

52. mengapa begitu? sebab pertama, #Quthb tetapkan kriteria jahiliyah. kedua, dalam Zhilal pun, ia juga kerap gunakan cara ini.

53. contoh, ayat “wa lan tardha ‘anka al yahuuda wa lan nashaara…” (QS 2:120) #Quthb

54. kata “Yahudi” dan “Nashara” disebutkan dengan huruf alif-lam. menurut ilmu Ushul Fiqh, huruf ini berfungsi nyatakan bentuk ‘aam. #Quthb

55. artinya, dalam konteks ayat ini, yang tak ridho pada kita sehingga kita ikuti millah mereka adalah SELURUH Yahudi & Nashrani. #Quthb

56. tapi jelas kita sadar bahwa Nabi Isa, Musa, Dawud, Sulaiman, sampai Abdullah bin Salam tak masuk hitungan ini. #Quthb

57. kedua, Sayyid #Quthb juga pernah dituding menyelisihi para ulama’ dalam menafsirkan makna “laa ilaaha illallaah”

58. ada tuduhan bahwa #Quthb menafsirkan kalimat tauhid dengan tauhid rububiyah saja, dan meninggalkan makna tauhid uluhiyah.

59. mengenai hal ini, saya cuma bisa menyarankan baca bukunya lebih dalam sebelum menyatakan seseorang telah sesat. #Quthb

60. ketiga, mirip dengan poin kedua. #Quthb dituding menyimpangkan tafsir surat Huud yg bicara masalah tauhid.

61. sekelompok orang berkata bahwa #Quthb dianggap menjadikan masalah rububiyah sebagai satu2nya perselisihan antara muslimin dg musyrikin.

62. sementara masalah uluhiyah bukan menjadi bagian dari perselisihan tersebut. #Quthb

63. utk poin kedua & ketiga, saya cuma bisa sarankan 1 hal: baca Zhilal. terlalu panjang twit poin ini bila dijelaskan dg rinci. #Quthb

64. keempat, ini juga sangat terkenal: tuduhan bahwa Sayyid #Quthbtak yakini makna istiwa’ dengan makna leterlijk-nya.

65. sebelum membahas pendangan #Quthb mengenai hal ini, kita bahas dulu bagaimana seharusnya pemahaman mengenai hal ini.

66. sudah jd kesepakatan umum di antara ulama’ ahlus sunnah bahwa istinbath yg benar dr tafsir istiwa’ ini adl meyakini makna asalnya #Quthb

67. ada 7 ayat tentang istiwa’-nya Allah di atas ‘arsy. ayat2 itu adalah QS 7:154, 10:3, 13:2, 25:59, 32:4, 57:4. #Quthb

68. supaya tak terlalu panjang sehingga malah kaburkan pemahaman, kita bahas beberapa saja. #Quthb

69. sementara arti istiwa’ secara bahasa adalah “berada di atas/ketinggian”, atau “bersemayam”. #Quthb

70. kata ini, seperti beberapa kata lain dalam Quran, beberapa kali disimpangkan artinya. #Quthb

71. penyimpangannya bisa jadi berupa tahrif, ta’thil, tasybih, dsb. #Quthb

72. terjemah simpelnya: tahrif->penambahan/pengurangan huruf. ta’thil->penafian makna. tasybih->penyerupaan (konotasinya negatif)#Quthb

73. mengapa perubahan makna ini dilarang? sebab ada rambu2 mengenai pemahaman tentang sifat2 Allah. #Quthb

74. contoh, Allah berfirman bahwa Ia “laisa kamitslihi syai’un. tak serupa dengan sesuatu apa pun.” (QS 42:11) #Quthb

75. dari sini kita memahami bahwa tangan maupun wajah Allah tak seperti tangan dan wajah makhluqNya. #Quthb

76. saat melakukan tasybih, jelas kita akan serupakan Allah dg makhluqNya krn imajinasi manusia terbatas pada apa yg prnh dilihatnya. #Quthb

77. maka cukup kita yakini bahwa Allah memang punya wajah & tangan. terus bentuknya gimana? stop. sisanya serahkan pada Allah. #Quthb

78. tahrif dilarang sebab penambahan/pengurangan 1 huruf saja dalam quran akan mengubah makna intinya. #Quthb

79. contoh simpelnya adalah kata “raina” dan “raaina” yang dijadikan bahan ejekan orang2 Yahudi pada rasul. #Quthb

80. sementara ta’thil terlarang sebab akan menafikan hal2 yang telah Allah tetapkan.

81. Syaikh Sa’id bin Ali al Qahthani (download di sini:http://bit.ly/j5ZCV7) berkata bhw penyimpangan makna ini sdh terjadi sjk dulu #Quthb

82. biasanya, dilakukan oleh firqah yang tak beres semisal Mu’tazilah dan Jahmiyah. #Quthb

83. selain itu, dlm salah 1 qaidah ushul disebutkan bahwa “al ashlu fil kalaamil haqiqah. hukum asal dlm perkataan adl makna aslinya” #Quthb

84. dlm hal ini, kita memahami bahwa pengertian istiwa’ ini harus dikembalikan pada makna aslinya sblm ada qarinah yg memalingkannya. #Quthb

85. maka istiwa’ tak boleh di-tahrif, ta’thil, tasybih, atau berbagai bentuk perubahan makna lainnya. #Quthb

86. kita tetapkan istiwa’ pada makna asalnya, dan memasrahkan bentuknya pada Allah saja; berdasarkan keterangan2 dariNya. #Quthb

87. setelah jelas hukum melakukan perubahan makna dalam quran, khususnya ttg kata istiwa’, mari kita kaji pemikiran #Quthb ttg ini.

88. mereka yang menghujat #Quthb dalam hal ini ternyata tak baca Zhilal secara menyeluruh, khususnya di 7 ayat yg disebutkan di awal tadi.

89. #Quthb dituduh lakukan penyimpangan makna sebab apa yang ia tulis di QS Thaha:5.

90. di sana #Quthb berkata bahwa bersemayam di atas ‘arsy adalah ungkapan yang dipakai untuk menggambarkan penguasaan yang penuh.

91. tapi barangkali kita lupa bahwa di QS Thaha itu, beliau sedang berkisah mengenai kekuasaan Allah. maka kaitannya ada di sini. #Quthb

93. ini memang sebagiannya adl kesalahan Sayyid #Quthb seperti yg diungkap Syaikh Bakr Abu Ziyad; terlalu banyak gunakan kalimat hiperbolis.

94. tapi jelas maksud Sayyid #Quthb dlm ayat ini tak bisa dimaknai seperti yg dituduhkan itu. mengapa? mari kita lihat tafsir ayat lain.

95. “Allah-lah yg ciptakan langit & bumi & apa yg ada di antara keduanya dlm 6 masa; kemudian Ia ber-istiwa’ di atas ‘arsy. (QS 32:4) #Quthb

96. ttg ayat ini, #Quthb berkata bhw Allah ber-istiwa’ adl simbol dari ketinggianNya atas makhluq…” (lihat lg makna istiwa’ secara bahasa)

97. “sedangkan hakikat ‘arsy itu tak ada peluang sama sekali utk menggambarkannya dan hanya bisa kita katakan mnrt lafazhnya saja.” #Quthb

98. pandangan lain Sayyid #Quthb mengenai hal ini juga bisa kita dapatkan dari QS al Hadiid:4

99. “Ialah yang menciptakan langit & bumi dalam enam masa, kemudian Ia ber-istiwa’ di atas ‘arsy.” (QS al Hadiid:4)

100. ttg ayat ini, #Quthb berkata bahwa kita beriman pada ‘arsy tanpa mengetahui hakikat, kaifiyatnya, dan tidak menafsirkan ungkapan itu.”

101. maka telah jelaslah pandangan #Quthb mengenai hal ini. dan kita mendapati bahwa ternyata tak ada yg salah ttg apa yg disebutkan barusan

102. barangkali masih ada banyak yg perlu ditambahkan. tapi cukup sekian dulu. semoga kita bisa ambil ibrah penting dari twit ini. #Quthb

103. bahwa perlu mendalami pemikiran seseorang lebih lanjut sebelum mengatakan itu adalah sebuah kesesatan. #Quthb

104. saya tak katakan Sayyid #Quthb terbebas dari kesalahan. ia manusia. tapi hendaknya kita bersikap seperti Syaikh Bakr Abu Ziyad.

105. Abu Ismail al Harawi dikenal punya masalah thd sebagian aqidahnya. tp gelar Syaikhul Islam disematkan oleh Ibnil Qayyim padanya. #Quthb

106. seperti diketahui, pemilik gelar Syaikhul Islam lainnya antara lain adl Ibnu Taimiyah, guru Ibnul Qayyim sendiri. #Quthb

107. secara umum, seorang penimba ilmu seperti saya wajib berhati2 dalam menilai seseorang, apalagi ia berstatus sebagai ulama’. #Quthb

108. menilai seseorang sih tak masalah. pertanyaannya, apa kita masih bisa berlaku adil saat kita tak suka pd orang tsb? baca QS 5:8. #Quthb

109. bila memang salah, kesalahan pun juga pernah diperbuat Ibnu Katsir, dsb. tapi itu tak buat kita menolak timba ilmu dari mereka. #Quthb

110. Imam Harits al Muhasibi juga tak luput dari kritikan. salah satunya disampaikan oleh Imam Ahmad dan Ibnul Jauzi. #Quthb

111. tapi hal itu tentu tak membuat kita menolak SELURUH nasihat Imam Harits al Muhasibi. #Quthb

112. seperti diketahui bersama, sebutan “al Muhasibi” muncul sebab nasihat2 Imam Harits dalam muhasabah yang begitu menyentuh. #Quthb

113. ambil yang baik, yang sesuai Quran & Sunnah, dan tinggalkan yang buruk. cukup itu saja. #Quthb

114. sikap terbaik barangkali bisa kita ambil dari contoh beberapa ulama’ dari generasi salaf, salah satunya Imam Malik. #Quthb

115. beliau pernah berkata, “idzaa shahhal hadits, fa huwa madzhabi. bila ada hadits shahih, maka itulah madzhabku.” #Quthb

116. di waktu lain beliau berkata, “tiap orang boleh diambil atau ditinggalkan ucapan&pendapatnya kecuali penghuni kubur ini (nabi)” #Quthb

117. atau yg dikatakan Imam Syafi’i, “bila ada hadits shahih menyelisihi ucapanku, maka hadits itu lbh utama & jangan taqlid padaku” #Quthb

118. maka semoga apa yang tertulis di sini Allah dekatkan dengan kebenaran & jauhkan dari ta’ashub dalam berbagai bentuk. #Quthb

119. seperti biasa, saya mempersilakan pembaca twit ini untuk mengoreksi bila ada beberapa hal yang jauh dari quran dan sunnah. #Quthb

beberapa tambahan dari al akh @ahmadabr

Sayyid Qutb pergi ke AS karena program beasiswa dari depdiknas Mesir ketika itu yg dipimpin oleh sekularis Mesir terkenal Taha Huseyn #Quthb

Sayyid Quthb terpilih karena salah satu guru terbaik dari depdiknas Mesir #Quthb

SQ mjelang akhir hayatnya hanya ridho dgn 4 kitabnya yg terakhir, dia berlepas diri dr kitab yg digambarkan dia mengkafirkan Utsman RA

مؤلفات أبي الأعلى المودودي، وأبي الحسن الندوي ، وسيد قطب #Quthb http://binbaz.org.sa/mat/8263

Muhammad Quthb juga mengajar di beberapa Universitas Islam di Saudi #Quthb

Rare picture of Muhammad Quthb, he currently resides in Mecca #Quthb http://yfrog.com/h8e9q8j

sumber: @rezasyam

1 comment
  1. apiiiikk, za..matur suwun ebook’e.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: