Literasi Teknis dan Literasi Fungsional

Artikel ini, untuk kepentingan organisasi tempat saya bergiat di dalamnya, saya tarik kembali. Insya Allah akan saya buka kembali pada saatnya, saat beberapa hal yang sedang saya kerjakan ini selesai. Terima kasih sudah membaca.🙂

 

7 comments
  1. avezia said:

    Sem, kayaknya kamu udah pernah nulis ini deh? Eh apa ngetwit ya? Atau nulis di fb? Soalnya kyk yg udah pernah baca gitu.
    Btw, fotonya tadi lama loading, aku kira bakal ada foto nelayan gitu (skimming bacanya) yah ternyata fotonya chensing minus one :p

    Hmm, kalo baca ini jadi ingat dulu waktu jaman-jaman awal SMA, heboh kan tuh kalau Jawa Timur katanya sebuah kabupaten yang mencetuskan melek huruf hingga ke pelosok desa. Yah, mungkin memang mereka bisa membaca, tapi siapa yang tahu apa yang mereka baca dan apakah bacaan itu bermanfaat ya kan?😀

    • reza said:

      sebenernya ada sih foto nelayannya. tapi nggak tega masangnya. haha.. :))

      yap. itu PR bersamanya: menumbuhkan minat baca. bukan sekedar menurunkan harga buku, meminimalkan pajak, atau memberi subsidi pada penerbit. kalo orang sudah suka pada buku, yg mahal pun terbeli kok.

      kayaknya ini belum pernah kutulis deh geb. mungkin kamu baca tulisan orang lain.

      • avezia said:

        Udah pernah seeeem, ngetwit mungkin kali ya soalnya aku inget banget itu cerita nelayan2an gitu.
        Itulah, memang seharusnya bukan hanya ‘bisa membaca’ tapi ‘budaya membaca’ yang harus jadi goalnya😀

  2. avezia said:

    Esalah, maksudnya provinsi *typo* -________-

  3. jadi literasi fungsional.
    kapan2 nyilih lah bacaan sing ngono kuwi,
    sama dengan performance yo? aspek outcome dan output harus saling sinergi

    • reza said:

      monggo. main saja ke kosan.

      yap. kira2 gitu. sebenernya ada satu lagi: literasi budaya. kalau literasi fungsional terkait proses membaca yg ada hubungannya dg tugas dan pekerjaan (jadi bacaan itu segera diimplementasikan dg keperluan kita saat itu), literasi budaya terkait proses membaca yg sudah berubah jadi kebutuhan sehari-hari. bahan bacaannya pun lebih beragam dibanding jenis literasi sebelumnya.

  4. Dusty said:

    “Literasi Teknis dan Literasi Fungsional muslim peduli” was indeed a excellent blog post.
    However, if it included even more images it would be even a lot better.
    Take care -Grover

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: