Arsip

Monthly Archives: Januari 2011

Mungkin memang begitu hirarki para pembelajar. Mereka memungut data dari pelaku. Mereka menulis berita dari saksi mata. Serta mengambil pelajaran dari ahli ilmu. Semua terangkum jadi begini: para pembelajar meraup hikmah dari para pendahulu.

Kisah ini dimulai saat jahiliyah masih mencengkeram bumi. Paras jelita yang mengiringi akhlaq menawan dan kecerdasan di atas rata-rata membuat Malik bin Nadhar mempersunting wanita dari kaum Khazraj ini. Singkat cerita,dilaksanakanlah pernikahan. Dan dari rahim wanita shalihah ini, Ummu Sulaim binti Milhan, lahir seorang putera yang kelak mewarnai sejarah Islam: Anas bin Malik.

Pelajaran cinta kita dapati darinya. Kedatangan cahaya nubuwwah membuat mereka yang beriman harus memilih: iman atau kafir. Ummu Sulaim memilih yang pertama. Tapi tak begitu halnya dengan Malik.

Maka penuh murka ia berkata, “Benarkah kau telah murtad dari agamamu?”

“Tidak,” jawab Ummu Sulaim, dengan suara yang dikuat-kuatkan. “Bahkan aku telah
beriman..”

Maka berulang ia mengucap kalimat syahadat. Supaya teguh iman dalam hatinya. Mendengarnya, Malik bin Nadhar semakin panas. Sebab tak tahan, ia akhirnya bersumpah akan pergi dari rumah dan tak akan kembali sampai isterinya kembali pada agamanya yang dulu.

Tragisnya, dalam perjalanan-entah-ke-mananya itu, ia bertemu dengan musuh. Dan terbunuh dalam insiden itu. Ia meninggal tanpa menyisakan keimanan sedikit pun dalam dirinya.

Sungguh sakit meninggalkan mereka yang dicinta demi Read More

Iklan