Arsip

Monthly Archives: Desember 2011

Artikel ini telah dipindahkan ke blog baru.

Iklan

Ini mungkin akan jadi post yang sangat pendek mengingat tulisan ini tadinya ditujukan sebagai komentar atas artikel yang ditulis oleh seseorang di suatu tempat. Tulisan ini mungkin juga akan jadi pembuka rangkaian tulisan saya, insya Allah, mengenai alasan saya memilih Islam, bukan diin yang lain.

Pertanyaan pertama adalah: apa yang dimaksud ma’shum itu?

Secara bahasa, ma’shum berarti “yang terjaga” atau “yang terkawal”. Umumnya, kata ini digunakan untuk menjelaskan keterjagaan para rasul terkait perannya dalam lingkup keislaman. Untuk mempermudah bahasan ini, ma’shum bisa kita kelompokkan jadi dua: terjaga dari penyimpangan dalam menyampaikan wahyu, dan terjaga dari kealpaan atau kelalaian.

Pembahasan mengenai keterjagaan para malaikat dan rasul menjadi penting karena hal ini secara langsung terkait dengan validitas risalah; mengingat perantara kita dengan Allah dalam hal wahyu adalah malaikat dan para rasul.

Sebelum memasuki bahasan lebih lanjut, saya ingin menyampaikan sedikit catatan: mengingat malaikat dan turunnya wahyu yang juga melibatkan rasul adalah hal gaib yang otomatis tidak bisa ditangkap dan diolah oleh indra dan akal manusia biasa—manusia yang tidak berstatus sebagai rasul atau orang-orang yang secara istimewa diberi pengecualian atas hal ini—maka cara paling fair untuk memahaminya, menurut saya, adalah mengembalikannya pada pemilik sesuatu yang gaib itu.

Allah maha mengetahui hal yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan hal gaib pada siapa pun, kecuali pada rasul yang Ia ridhai. (QS al Jin 26)

Mengenai kema’shuman malaikat, al Quran mencatat,

Dan mereka berkata, “Rabb yang maha pemurah telah mengambil (memiliki) anak,” Maha suci Allah, sesungguhnya mereka (para malaikat) itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan yang tidak mendahuluiNya dengan ucapan dan mereka melaksanakan perintah-perintahNya. (QS al Anbiyaa’ 26-27)

Sesungguhnya mereka (malaikat) tidak berma’shiyat pada Allah terhadap apa yang diperintahkan pada mereka dan mereka senatiasa melaksanakan apa yang diperintahkan. (QS at Tahrim 6)

Rangkaian ayat pertama berkorelasi dengan malaikat sebab, meski tidak disebut Read More